Home / Cerita Dewasa 18++ / cerita ngewe Pacar Baru Memuaskan Nafsu Sexku

cerita ngewe Pacar Baru Memuaskan Nafsu Sexku

mengghadirkan  Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Sex Terbaru, Cerita Lesby, Cerita Gay, Cerita Pemerkosaan, Cerita Sex Tante Girang Dari seseorang Mahasiswi yang melaksanakan ikatan sex oleh kekasih barunya di rumah mewahnya yang ditinggalinya seseorang diri. ingin ingat perkembangan ceritanya, Langsung saja ayo baca serta perhatikan bagus bagus cerita dewasa ini.

saya Raysa, saya seseorang perempuan yang berawal dari keluarga yang mampu dibilang dari keluarga berkecukupan. saya merasa asian sekali karna saya sudah dikarunia muka yang cantik dari si inventor. ampun bukanya saya sok kecantikan, akan tetapi benar itu sudah diakui oleh teman-temanku, keluargaku terlebih segala pria yang sudah mengenaliku.

terdapat pula kawan kuliahku yang menerangkan kalau saya mendekati Cut ajojing, lagi pula bila saya lagi mesem, tutur mereka saya amat mendekati. sedangkan bila menurutku darimana miripnya, hha. akan tetapi yasudahlah benar itu penddapat mereka, yang pnting para temanku senang denganku. tidak cuma itu saya pula enggak memilih-milih dalam keadaan berkarib.

saya berkarib oleh segala orang, tidak tahu itu buruk, cakep, banyak atau-pun bangsat, selagi beliau asik saya enggak canggung buat berkarib oleh mereka. saya senantiasa memelihara tubuhku, oleh aturan ngegym atau ke salon. 2 keadaan itu telah jadi rutinitasku, sehingga dari itu aku-pun tumbuh jadi seseorang perempuan yang bugar, periang serta sensual.

saya memiliki rutinitas mengenakan baju-baju kencang, serta recup tembus pandang dirumah ataupun dikampus, alhasil keadaan itu menambahkan terpancarnya keseksian serta kemulusan tubuhku dimata orang adam. Fikirku, buwat apa memiliki badan sexy bila enggak dipamerkan pada banyak orang khususnya para adam, akan tetapi meskipun saya serupa itu saya lagi mngerti batasan.

saya kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Umurku belum bulat 20 tahun. saya sesungguhnya asli Jakarta, tetapi saya lebih menentukan buat kuliah di Bandung. kendati jauh dari orangtua. Dari dari SMU saya telah bercita-cita mau kuliah jauh dari orangtua. Soalnya berat kaki pula tinggal serumah oleh orangtua, yang sedikit demi sedikit cegah ini itu.

Di kota bunga, Ayah-ku membelikan saya satu buah rumah. saya tinggal seorang diri di situ bersama-sama pembantuku serta buah hatinya yang lagi minim. Rumahku cukup besar oleh abah-abah yang komplit berlebih mobil Eropa remis teranyar, maklungentotah Ayah-ku ialah seseorang saudagar yang cukup berhasil. Itu enggak seberapa baginya. Itu ialah hadiahku karna lolos UMPTN.

petang itu saya terkini berbalik kuliah. erak sekali rasanya sehabis seharian berkutat oleh kuliah. Bayangkan aja saya kuliah dari jam 7 pagi hingga jam 5 petang. Non stop. Karenanya saya merasa badanku capek serta mau rehat. profit akan datang prei (hari sabtu), jadi saya mampu memakai waktuku buat rehat.

saya mensandarkan tubuhku di kursi bilik lagi. saya dahaga sekali, sehingga kuputuskan buat memangil Bik Saroh biar membuatkan minum untukku. Upsssss… nyatanya saya kurang ingat. Bik Saroh serta buah hatinya lagi berbalik desa mulanya pagi. Maklum dari saya tinggal di Bandung mereka belum sempat berbalik, jadi kuijinkan mereka berbalik desa.

berat kaki betul saya mengangkat pantatku dari kursi. tetapi rasa hausku mengalahkanku, sehingga oleh berat kaki saya mengambil air dingin di dapur buat menyirnakan rasa hausku. setelah itu saya pergi ke kamar, kucoba buat rehat. walaupun badanku erak sekali tetapi saya enggak mampu mengatupkan mata. sehingga kuputuskan memasang komputerku menguji mencari intermezo.

terkini aja kunyalakan laptop, handphone-ku bersuara. lekas kuambil handphone-ku dari tas. Di screen tertuliskan cinta, sehingga lekas kuangkat, karna itu ialah dari Argha, pacarku,

“ Halo cinta. Lagi ngapain ?, ” dapat didengar suara di melintas situ.

“ terdapat apa, cinta? saya lagi seorang diri nih di rumah. tak lagi ngapa-ngapain, ” jawabku.

“ Malam ini ngedate ayo, cinta. akan datang kan prei. ingin enggak anda ?, ” ajaknya.

“ Aduh saya cape sangat nih cinta, saya lagi berat kaki pergi. mendingan kamj saja yang ke rumah. Lagian rumah antap, tak terdapat orang. sekaligus temanin saya, giman, ingin tak ?, ” ucapku aleman.

“ betul udah menunggu saja. 30 menit lagi saya ke situ. Dah Sayang… !, ” tuturnya.

“ bercakap-cakap sayang… Da cinta see U…, ” ucapnya.

Argha ialah pria baruku. Orangnya bagus da amat atensi terhadapku. kita terkini jadian sekeliling 3 minggu yang kemudian. tetapi beliau telah sebagian kali menikmati tubuhku. Yup… saya benar cewe yang bebas. saya memberikan keperawananku serupa mantanku selagi SMA dulu. Jadi bagiku sex tak keadaan yang amat tabu. tetapi saya lagi ingat aturan krama.

saya tak acak tidur oleh cowo. saya tak ingin dicap wanita gampangan. saya cukup ingin ngentot serupa orang yang amat kucintai. Yah, serupa Argha ini. beliau agak mampu memuaskanku. nyaris di tiap peluang kita senantiasa mereguk kenikmatan kebendaan. setidaknya kerap sih di kontrakannya, karna antap.

sebaliknya di rumahku belum sempat karna terdapat pembantuku. justru tidak sedikit, kala kita telah sama-sama ingin ngentot kita membooking hostel buat menangani keinginan kita. mencatat insiden itu libidoku beroncet-roncet bersilir-silir naik. sehingga lekas kuganti bajuku. saya mau muncul sexy di depan Argha.

lekas kugunakan celana pendek putih recup tembus pandang yang kencang. Saking ketatnya kerasa CD-ku tercetak di situ. Pantatku yang bundar sekal kelihatan bagus menjendul. setelah itu kugunakan tanktop putih kencang pula. saya berkaca, agak sexy pula, batinku. Buah dada-ku yang agak besar tercetak di bajuku.

justru karna saking kecilnya bajuku itu, bila saya bergerak-gerak buah dada-ku pula terayun kesana kemari. saya suka sekali melihatnya. tentu Argha senang melihatnya. saya tidak adem mau cepat-cepat bersua dengannya. sebagian ketika setelah itu kudengar suara bel bersuara. Itu tentu Argha. saya, berkaca sesaat membenarkan penampilanku kemudian membuka pintu.

betul aja, mobil Argha telah terdapat di depan gaba-gaba rumahku yang lagi terkancing. saya berlari-lari menuju gaba-gaba buat membuka pintu batas rumahku, keadaan itu spontan membikin buah dada-ku terayun kesana-kemari. Argha tentu melihatnya oleh nyata karna jarak yang enggak amat jauh. Buah dada-ku bergerak-gerak oleh bebasnya.

sehabis kubuka gaba-gaba, beroncet-roncet bersilir-silir mobilnya masuk ke garasiku. lekas kututup gaba-gaba balik serta saya menghampirinya yang terkini pergi dari mobil,

“ Halo Sayang…, ” ucapnya.

Dipamerkannya senyum manisnya. Kacamata coklat yang dipakainya menambahkan impresi macho-nya,
“ Halo pula cinta, sini cepetan masuk cinta, ” kataku mempersilakannya masuk ke rumah.
beliau mengikutiku dari belakang. saya mampu yakinkan matanya enggak bakal merdeka dari pantatku yang berayun kesana-kemari oleh indahnya. setelah itu saya mengisolasi pintu rumah serta menguncinya.

terkini saya membalikkan tubuhku, Argha telah berdiri di depanku oleh senyum indahnya,

“ anda sexy sekali hari ini, cinta, ” tuturnya dengan melekapkan bibirnya ke mulutku. lekas kusambut bibirnya serta kita melaksanakan french kiss.

“ dapat kasih, ” jawabku dengan balik menciumnya, kali ini kecupan kita kian azmat.
dengan menciumi bibirku, tangannya beroncet-roncet bersilir-silir menjamah buah dada-ku. saya kian buas membalasnya. kala tangannya mulai bersesaran ke dalam tank topku, lekas kuhentikan,

“ adem dulu dong, cinta. Ga sabaran amat, ” ucapku dengan menjauhkan tubuhku darinya.

“ mendingan bersandar dulu, saya buatkan minum betul ?, ” lanjutku lagi.

saya berencana menahan kenikmatan mulanya, sedangkan sesungguhnya saya pula telah mau sekali. beliau cukup menganggut kemudian pergi menuju kursi. lekas kubuatkan minum serta memberikanya kepadanya. Soft drink yang kusuguhkan langsung dihabiskannya. setelah itu matanya menatapku. saya ingat maksudnya. sehingga ketika itu aku-pun saya alih ke sebelahnya, kemudian diciumnya bibirku.

saya cukup mampu mengatupkan mata menikmati bingkai lembutnya. setelah itu beliau dekap saya serta tangannya mulai memijit-mijit buah dada-ku. saya mulai merem-melek dengan memutar badanku. kini saya bersandar di pukang Argha berhadap-hadapan. balik kita berkecupan oleh kancap antusiasme. Lidah kita saling bentrok. perlahan-lahan bibirnya turun ke pipiku kemudian ke leherku.

Diciumnya leherku. Lidahnya berjoget-joget dari pucuk leherku ke pucuk yang satunya lagi. keadaan itu membuatku serupa cacing kehangatan saking nikmatnya. Tangannya enggak tinggal bungkam. Diremas-remasnya buah dada-ku yang mulai memadat. Tangannya benar ahli memijit-mijit buah dada-ku alhasil membuatku kian menggelinjang.

saya tidak kuat sampai balik kulumat bibirnya. Lidahku bentrok oleh lidahnya lagi. saya telah enggak ingat bila pertama kali saya semahir ini melaksanakan kecupan. Argha mulai menyelinapkan menyelundupkan tangannya ke kembali tank topku serta mencari pegangannya, buah dada-ku. Gesekan tangannya langsung di dasaran kulit buah dada-ku sampai benar kenikmatannya tidak tara,

“ Eughhh… Sssss… Aghhh…, ” desahku.

Sejenak dihentikannya aktivitasnya karna mengetahui suatu dengan bersoal,

“ anda ga memakai bra betul, cinta ?, ” saya cukup mesem kemudian balik melumat bibirnya.

beliau pula kian buas merespon ciumanku. Tangannya kian keras memijit-mijit buah dada-ku. memilin dari berdasarkan ke bawah serta kebalikannya. Kurasakan Torpedo-nya mulai mengejang di bawah situ. setelah itu beliau memblokir remasan serta ciumannya, kemudian mulai melepaskan tank topku. saya membantunya membebaskan penutup buah dada-ku itu melampaui kepala.

sehingga lekas buah dada-ku yang tanpa penutup apa-apa lagi terbambang di hadapannya. Buah dada-ku yang putih, bundar cepat oleh putting berona kemerah-merahan jadi hidangan matanya. beliau amat heran memandang buah dada-ku. meskipun telah kerap memandang buah dada-ku, terlebih berjolak, melumat serta menggigitnya, beliau konsisten aja memakan air liur menikmati pandangan ini,

“ Toket kita bagus sekali, cinta! ’ ucapnya.

setelah itu didorongnya kepArghaya di antara kedua gunungku, kemudian lidahnya beranjak di situ. saya bermuka masam serta mencicik menikmati detik itu. setelah itu beliau mulai mengesun buah dada-ku yang kanan, dilumatnya oleh kancap keinginan. sebagian detik setelah itu saya berkoar ayal karna saya merasakan gigitan pada putting kananku.

ketika itu kulihat beliau oleh gemasnya mengerkah serta mencupangi puttingku itu alhasil meninggalkan jejak di sekelilingnya,

“ Hhmm… bagus sekali dadamu ini cinta, ” pujinya lagi dengan tangannya yang satu lagi mengelusi punggung serta leherku serta beres di dada kiriku.

Diremasnya dada kiriku yang telah berdiri berdiri itu. Remasan serta jilatannya saling mengganti antara dada yang kanan serta yang kiri, alhasil melahirkan kehebohan kenikmatan yang tidak tara. saya hingga berkimbang-kimbang dibuatnya. senang meremas buah dada-ku yang kiri, tangannya yang kanan mulai berkurang sampai mencengkeram pantatku yang bundar serta beku.

ketika itu saya cukup mampu mendesau nikmat. Kuremas-remas rambutnya menguji mengimbangi dorongan birahi ini. profit rumahku antap, bila enggak mana boleh jadi saya mampu bercinta di kursi serupa ini. sehabis senang menggerayangi buah dada-ku, beliau juga melepaskanku. lekas dibukanya bajunya, kemudian beliau membuka celana jauh berikut celana dalamnya.

So, ketika itu Torpedo-nya yang dari mulanya telah ketang dalam celana dalamnya itu saat ini bisa berdiri oleh oleh berdiri. setelah itu beliau bersandar di kursi oleh mengangkangkan kakinya. Matanya memandangi mataku oleh kancap minta. saya mengerti maksudnya. beliau mau dioral mestinya. sesungguhnya saya minim ahli melaksanakan lisan sex, saya lagi memerlukan berlatih.

akan tetapi keinginan mau saling melegakan membuatku menjalankannya. sehingga beroncet-roncet bersilir-silir saya bersandar di dek berkunjung Torpedo-nya. Batang kejantanan Argha yang telah bengkak itu saat ini terletak dalam genggamanku. Kukocok-kocok ke berdasarkan serta ke bawah. tampaknya beliau menikmati kocokanku. Tanganku yang lembut naik turun di batangnya.

tampaknya beliau amat menikmati kocokanku di Torpedo-nya. keadaan itu benar oleh matanya yang tertutup muktamar. saya menikmati ekspresinya yang keamanan itu,

“ Oughhh… Ssssshhh… lezat sekali, Achhhh…. Oughhh…., ” racaunya.

“ Masukkan dong cinta, ke mulutmu, ” ucapnya memohon padaku.

Tanpa diminta 2 kali saya membuntuti dorongan hati orang yang kusayangi itu. perlahan-lahan akan tetapi tentu, Torpedo-nya kuarahkan ke gerong mulutku. Torpedo itu kucium serta kujilat ujungnya oleh halus terlebih amat halus sekali. barang itu bergerak hebat diiringi desahan pemiliknya. Seponganku di batangnya kupadukan oleh sedikit kocokan.

Argha tentu keamanan kuperlakukan serupa itu. tetapi saya bakal mendatangkannya lebih keamanan. kemudian kubuka mulutku lebih luas buat memuatkan Torpedo itu segalanya ke mulutku. Hhmm… nyaris sedikit lagi masuk seberinda, tetapi tampaknya telah mentok di tenggorokanku.
Dalam mulutku, Torpedo itu kukulum serta kuhisap.

saya gerakkan lidahku memutar memutari kepala Torpedo-nya. cukup itu yang kulakukan tetapi bisa jadi beliau telah blingsatan. sedangkan mesti kuakui kalau lisan sexku belum apa-apa ketimbang cerita teman-teman cewekku yang sempat menjalankannya. terlebih lagi bertekuk lutut jauh dari asusila yang sempat kutonton.

tetapi saya konsisten melanjutkannya. Toh Argha lagi keamanan. benar sih, Argha berterus terang terkini ngentot pertama kali denganku. Jadi beliau belum mampu membandingkannya oleh yang lain. Sesekali saya melihat ke berdasarkan memandang air muka wajahnya ketika menikmati seponganku. beliau mengelus-elus rambutku serta membersihkan dahinya yang berambai-rambai keringat oleh sapu tangan.

Argha tampaknya enggak ingin cepat-cepat pergi, sehingga ditariknya kepalaku. saya berdiri berdiri di hadapannya yang lagi bertumpu di kursi. lekas kulepaskan celana pendek berikut CD-ku sekaligus. Matanya nanar memandang ketelanjanganku. saya serupa orang yang terkini lahir, polos. saat ini saya telah bugil bundar di hadapannya.

saya kemudian naik ke pangkuannya. oleh senyum bandel saya memijit-mijit dadanya yang aspek. kemudian kubenamkan balik wajahnya ke buah dada-ku sampai beliau juga mulai menetek di danau. Kali ini beliau menjilati semua permukaannya sampai berair oleh liurnya kemudian dikulum serta dihisap kuat-kuat.
Tangannya di bawah situ pula enggak mampu bungkam, tangannya memijit-mijit birit serta pahaku. Dielus-elusnya pukang putihku itu.

berlainan oleh pahaku yang dielusnya oleh halus, pantatku malah diremasnya oleh keras. GumpArgha daging pinggulku jadi alamat tangannya. saya cukup mendesah-desah. Giginya yang putih menarik-narik putting susuku. keadaan itu kian membuatku merintih. justru saat ini tangannya yang bercokol di pahaku mulai merambat kian jauh.

saya tidak daya buat enggak merintih serta mendesau. gumpalan pantatku diremas, buah dada-ku dilumat. kini tangannya yang kanan menggerayangi Memek-ku serta menusuk-nusukkan jarinya di situ. Oughhh nikmatnya, batinku. selaku jawaban saya cukup mampu mendesau serta memeluknya erat-erat, darah dalam tubuhku kian bergolak alhasil keringatku menetes-netes.

Bibirnya saat ini merambat naik menjilati gala jenjangku. ketika itu beliau pula mengulum leherku serta mencupanginya. Cupangannya cukup tangguh hingga meninggalkan becak merah. akibatnya mulutnya berjumpa oleh mulutku lagi dimana lidah kita saling bentrok oleh buas. dengan berkecupan tanganku mencoba-coba selangkangannya yang telah memadat itu,

“ cinta, kini yah! ! !, ” pintaku memelas.

saya telah enggak kuat lagi mau lekas menangani birahiku. sehingga kuangkat pantatku sesaat serta memfokuskan Memek-ku ke Torpedo-nya. beliau menggenggam Torpedo-nya sedia menadah Memek-ku. Sedikit untuk sedikit saya merasakan bilik Memek-ku terisi serta oleh sebagian hentakan masuklah batang itu seberinda ke dalam.

saya tidak daya buat enggak berkoar saat batang Argha membelah bingkai Memek-ku. serupa sepertiku, beliau pula mendesau mengatakan namaku ketika Torpedo-nya kikis ditelan Memek-ku,

“ Oughhh…, ” desahku oleh badan mengejang serta mencengkram pundak pacarku.

Kurasakan liangku kira-kira sakit, tetapi itu hanya sesaat karna berikutnya yang kerasa hanya nikmat. setelah itu, dengan cara beroncet-roncet bersilir-silir saya menaikturunkan tubuhku di berdasarkan Torpedo-nya. Kupacu kejantanannya oleh goyanganku. saya sontak jadi perempuan yang buas yang memerlukan kenikmatan.
Kugoyang-goyangkan Memek-ku di berdasarkan batangnya dengan sesekali membikin aksi memutar.

Memek-ku serupa diaduk-aduk. saya amat menikmati posisi ini, karna saya mampu pengawasan permainan. Desahan-desahan nikmat men catat pergi masuknya batang Argha. Argha pula merasakan keadaan yang serupa serupa yang saya rasakan. kelihatan dari matanya memandangi wajahku yang kemerahan karna nikmat,

“ Ssss… Acchhh… Acchhh…, ” desahku seperjalanan oleh naik-turunnya tubuhku.

Buah dada-ku yang telah mengejang maksimun menggelambir oleh bagus di hadapannya. Argha pula mulai menolong menyodok-nyodok Torpedo-nya, alhasil kenikmatan yang kurasakan kian menaik. Tubuhku terlonjak-lonjak serta tertekuk menahan kehebohan kenikmatan dunia. keadaan itu membikin buah dada-ku kian memunjung ke arahnya.

peluang ini enggak disia-siakannya, beliau langsung melumat buah dada-ku yang kiri oleh mulutnya. saya kian berkoar keras. Dengusan nafasnya serta jilatannya membuatku merinding serta kian terbakar birahi. Argha kian menyerangku oleh memijit-mijit buah dada-ku yang kanan bersama memilin-milin putting-nya.

Argha benar cerdas melanda titik sensitifku. Sepuluh menit lamanya kita mengebut dalam gaya begitu. Saling bersaingan mendekati klimaks. Sodokan-sodokannya kian lamban kian lekas serta kian melodius. Mulutnya tidak henti-henti mencupangi buah dada-ku yang mencuat di depan wajahnya, sesekali mulutnya pula singgah di bahu serta leherku.

benar kenikmatan yang amat bagus. Tangannya yang mulanya halus menggerayangi pukang serta pantatku, kini condong kasar. saya telah amat kecapaian oleh posisi itu sehinga goyanganku kian lamban kian enggak berdaya. justru saat ini beliau yang aktif menyodok-nyodok kejantanannya.

mengetahui keadaan itu, Argha meminta ganti posisi. Ditariknya Torpedo-nya dari gerong kemaluanku. terdapat perasaan kesal, tetapi itu enggak aktif lamban. Tubuhku dibalikkan menelungkup menangkup di berdasarkan kursi. kemudian kakiku ditarik sampai terjuntai mengenai dek, sampai spontan saat ini pantatku juga menjengking ke arahnya.

Buah dada-ku yang dari mulanya jadi bulan-bulanannya menekan kursi karna saya menelungkup menangkup. Argha sibuk menggenggam erat-erat kedua pahaku,

“ Siap-siap betul Sayang…! ! !, ” ucapnya.

saya cukup mampu menganggukkan kepala menanti mengharap kenikmatan berikutnya oleh posisi doggy style. Argha sempat berbicara kalau posisi ini amat disukainya, karna beliau yang mengambil kontrol serta lepas memijit-mijit segala komponen tubuhku, terlebih anusku. Sebelum menusuk Memek-ku, beliau lebih-lebih dulu mengesun punggungku.

semua tubuhku balik bergerak, seolah terlempar ke-awang-awang. Sendi-sendiku bergerak menanti mengharap Torpedo-nya mendobrak kemaluanku. Posisi ini membikin kegatArgha birahiku kian tidak terbatas, sampai membikin saya menggeliat-geliat tidak terderita,

“ Argha… Buruan… !, ” rengekku telah enggak kuat lagi. Argha mematuhiku. dengan meremas pantatku beliau mendorongkan Torpedo-nya ke Memek-ku.

“ Oughhh… Eughhhh… “ desisku ketika Torpedo yang keras itu membelah bingkai kewanitaan-ku.

Torpedo-nya oleh perlahan-lahan serta halus memberantakkan Memek-ku. kas saya berkoak-koak keras. Dalam posisi serupa ini sodokannya kerasa kian keras serta dalam, badanku juga turut tergoncang hebat, buah dada-ku serasa kepepet serta bergeselan oleh kursi. keadaan itu malah melahirkan kenikmatan tersendiri.

lagi pula sofaku dibuat dari kulit alhasil gesekan di buah dada-ku kerasa sedikit kasar akan tetapi nikmat,

“ Achhhh…. Eughhhh… Achhhh…. Aow…, ” saya hanya mampu mendesau tiap kali beliau menyodokkan Torpedo-nya ke Memek-ku.

Argha menggenjotku kian lekas. Memek-ku dihunjam Torpedo-nya yang sekeras batu itu. Otot-otot kemaluanku serasa berkontraksi kian lekas memijati punyanya. Dengusan nafasnya berbaur oleh desahanku memadati bilik tengahku. Mulutku berkempul-kempul serta mataku terkatup. sebagian menit setelah itu beliau menarik badan kita berkurang setahap alhasil buah dada-ku yang tadinya melekat di kursi saat ini bergantung lepas.

setelah itu dilanjutkanya kocokannya. Buah dada-ku terayun buai ke depan serta ke belakang. sering-kali buah dada-ku mengenai gantungan bawah kursi alhasil melahirkan rasa sakit. tetapi rasa sakit itu tertutupi kenikmatan yang menyebar ke semua gerakan darahku. dengan mengebut dalam gaya doggy style ini, tangannya saat ini enggak tinggal bungkam.

beliau mulai menggerayangi buah dada-ku yang kian ranum karna saya menjengking. Ditariknya-tariknya barang alot itu hatinya. saya merem-melek menikmati tangannya bergerilya dari buah dada-ku yang kanan ke buah dada-ku yang kiri. saya berkoar kegelian ketika beliau menggojlok Memek-ku oleh lekas serta keras, tetapi beliau meremas buah dada-ku oleh halus sekali serta sesekali memelintir-melintir putting-nya.

Tubuhku balik menggelinjang azmat, pandanganku serasa berkelip-kelip. Gesekan-gesekan di gohong kewanitaanku bersama remasanremasan di buah dada-ku membikin pertahananku sesaat lagi bakal jebol. Pandanganku angkat kaki serta kurasakan kesadaranku luput. akibatnya saya juga tidak mampu lagi menahan Klimaksku.

memahami kalau saya bakal lekas pergi, beliau kian bergairah. Tubuhku ditekan-tekannya alhasil Torpedo-nya menusuk lebih dalam, tangannya juga kian kasar meremas buah dada-ku,

“ Oughhh… Sssshh… Achhhh…, ” jeritku berbarengan oleh mengucurnya larutan cintaku.

Kugenggam akrab karpet bilik pengunjung merasakan detik-detik Klimaksku. saya mengerkah bingkai merasakan gelombang azmat itu melanda tubuhku. saya merasakan larutan cinta yang mengalir hangat pada selangkanganku. tetapi itu belum beres, karna Argha lagi lalu mengocokku alhasil Klimaksku kian jauh.

Argha pula tampaknya bakal lekas kulminasi. keadaan itu kelihatan dari gayanya yang eksklusif bila bakal kulminasi,

“ saya ingin pergi, saya ingin keluar…, ” Argha membisikkannya dengan berkempul-kempul serta lagi lalu mengocokku.

“ janganlah di… janganlah di dalam. Achhhh…. Achhhh…. Oughhh…. Aku… saya lagi… berjebah cinta, ” ucapku karna saya taku Arhga melontarkan spermanya didalam gohong senggamaku.

saya hanya mampu berdiskusi sedemikian itu, paling tidak saya beragan berdiskusi sedemikian itu karna saya enggak ingat apakah suaraku pergi ataupun enggak, modalnya saya telah mencoba, itu pula telah saya paksa-paksakan. saya enggak ingat apakah beliau mengerti apa yang saya bicarakan, tetapi yang nyata beliau lagi lalu mengocokku.

sebagian detik setelah itu, beliau mencabut Torpedo-nya, kakiku langsung roboh ke dek. Argha yang menyodokku dari belakang akibatnya kulminasi. beliau melontarkan Torpedo-nya serta menyiramkan isinya di punggung serta pantatku. Air maninya mandi tubuhku komponen belakang. enggak amat melimpah spermanya, tetapi amat lekap kurasakan di tubuhku. setelah itu beliau roboh menindihku.

Kurasakan Torpedo-nya yang mengepres pantatku mulai berkurang,

“ Terimakasih, cinta, ” ucapnya dengan mengecup leherku. saya cukup terkatup menikmati sisa-sisa kenikmatan barusan.

akibatnya malam itu Argha menginap di rumahku. telah mampu diduga kita bakal mereguk kenikmatan sepanjang malam hingga akan datang paginya karna prei. sehabis afair di bilik pengunjung mulanya, Argha menikmati tubuhku lagi di kamar mandi. saya yang lagi mandi dikejutkan bakal kehadirannya di depan pintu.

walaupun lagi lesu, saya terdesak meladeninya. saya cukup bungkam di dek kamar mandi sebaliknya beliau yang aktif menyodokku. justru yang asyik ialah kala sesudah makan malam di luar. kita balik ke rumah serta langsung ke kamarku. saya yang telah berjaga-jaga tidur diajaknya melihat asusila di komputerku.

Adegan-adegan asusila pada alat pemantau komputerku membikin libidoku berkobar-kobar. ketika itu saya menguji memancing birahi sex Argha, tetapi beliau menyangkal buat menyetubuhiku. saya bimbang dibuatnya, enggak kebanyakan beliau menyangkal serupa itu. selagi ini malah saya yang kerap menyangkal bersenggama dengannya. ketika itu, tuturnya beliau ingin bersetubuh tapi terdapat syaratnya.

beliau memintaku buat berjoget-joget serupa bedaya bugil. saya sih OK aja, berangkai beliau ialah pacarku serta nafsuku mau lekas dituntaskan, sehingga saya membuntuti kemauannya. ibarat seseorang bedaya striptis club malam, aku-pun ber-action di hadapannya, ketika itu Argha bersemangat sekali padaku karna menikmati saya yang striptis dihadapanya oleh liarnya.

sehabis saya melaksanakan persyaratanya itu, kemudian Argha mulai menjamahku serta tanpa basi-basi lagi langsung membenamkan Torpedo-nya ke gohong senggamaku yang telah amat belecak itu. Pada akhirma malam itu-pun kita bersetubuh oleh kancap keinginan buas serta hot. benar kenikmatan yang kuharapkan akibatnya tercurahkan pula oleh Argha. saya amat senang malam itu. sehabis senang melaksanakan ikatan sex oleh liarnya kami-pun terkapar lesu serta tertidur enak oleh posisi bugil serta berpelukan. beres.

Related Post

About admin

Check Also

Review Agen BandarQ Online Bandar QQ Online Terbesar dan Aman

Review Agen BandarQ Online Bandar QQ Online Terbesar dan Aman – Bicara soal situs taruhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mixed by pentilmuter.com


Kumpulan cerita sex terbaru bergambar hot lengkap berupa cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, cerita selingkuh dan cerita seks pemerkosaan, Artikel khusus dewasa seperti cerita sex, cerita mesum, cerita hot, cerita ngentot, kisah sex nyata terbaru